Yogyapos.com (SLEMAN) - Seluruh anggota yang tergabung dalam Paguyuban Pranatacara Kabupaten Sleman merupakan garda terdepan dalam melestarikan kebudayaan Jawa.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi usai mengukuhkan 18 orang pengurus baru Paguyuban Pranatacara Kabupaten Sleman masa pengabdian 2019 -2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (20/2/2019) malam. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Bupati Sleman kepada ketua pengurus yang baru Agus Wiranto.
Bupati Sleman Sri Purnomo sangat mengapresiasi dikukuhkannya pengurus baru Paguyuban Pranatacara Sleman.
"Untuk melestarikan kebudayaan Jawa tidak hanya untuk lingkup daerah Jawa saja, namun penggunaan prosesi adat Jawa dalam suatu acara resmi juga dapat diterapkan di luar Jawa," kata Sri Purnomo.
Terlebih lagi, Sleman berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, maka kebudayaan dan bahasa Jawa pun harus dilestarikan.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru tersebut, Sri Purnomo berharap dapat terus melestarikan kebudayaan dan bahasa Jawa yang sering digunakan dalam acara resmi.
"Sehingga pranatacara dapat terus dilestarikan dari waktu ke waktu walaupun sudah di era milenial," tandas Sri Purnomo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kabupaten Sleman Aji Wulantara mengatakan, dengan dikukuhkannya pengurus baru tersebut dapat menjadi wadah berhimpunnya para profesi pranatacara. "Terutama pranatacara kegiatan tradisi Jawa," kata Aji Walulantara yang menambahkan pranatacara juga merupakan profesi yang sangat menjanjikan, namun juga harus mengikuti perkembangan masyarakat yang ada.
Melalui paguyuban tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk saling menguatkan dan bertukar informasi dan pengurus yang baru dapat memberikan kontribusi produk kebudayaan. "Terutama yang terkait dengan tradisi yang ada di Kabupaten Sleman," pungkas Aji Wulantara. (Afn)
Komentar: